.:About Me:.

My photo
Kemang, Jakarta Selatan, Indonesia
just a simple person =)

Wednesday, December 30, 2009

Year End 2009

Hanya tinggal beberapa hari saja menghitung mundur di tahun 2009 ini. Alhamdullilah, semua menjadi lebih baik di tahun ini, tapi ada juga beberapa hal yang belum aku dapatkan ditahun ini. Tapi aku bersyukur karena DIA telah memberiku banyak hal yang sangat luar biasa ditahun ini. Semoga di tahun depan semuanya akan menjadi lebih baik lagi.
Amien.

HAPPY NU YEAR 2010 :)

Wednesday, March 18, 2009

Hati adalah tempat bertanya dan belajar. Hati adalah cermin. Apa yang kita lakukan terus-menerus akan berpengaruh dan berbekas pada hati. Hal-hal terpuji akan membuat hati mengkilap dan cemerlang. Sementara hal-hal tercela akan membentuk asap hitam kelam yang menumpuk sedikit demi sedikit dan membuat hati menjadi gelap gulita Lama-lama hati yang gelap akan menebal dan terkunci. Ini menghalangi kita melihat kebenaran. Karena itu kita perlu membersihkan hati kita dari benih-benih penyakit hati.
Ada tiga penyakit yang paling sering menghinggapi hati kita. Ini juga adalah tiga dosa paling awal sejak keberadaan manusia.

Pertama,
SOMBONG & AROGAN.
Ini adalah penyakit iblis yang menolak ketika diperintahkan bersujud pada adam.
''Ia diciptakan dari tanah, sedangkan aku dari Api,'' ujar Iblis.
Ini sikap rasialis seperti yang ditunjukkan oleh Hitler maupun rezim Apharteid di Afrika Selatan. Tanpa sadar kita pun sering merasa lebih mulia dari orang lain semata-mata karena faktor SARA. Penyakit sombong sering muncul dalam bentuk merasa lebih penting. Lebih tahu, lebih benar dan lebih taat dari orang lain. Perasaan paling tahu dan paling benar membuat kita menutup telinga. Kita tak merasa perlu mendengarkan orang lain. Kita justru sibuk memaksakan "AGENDA" Kita pada Orang Lain. Akar dari sombong adalah kebiasaan membanding-dandingkan diri kita (comparing) dengan Orang Lain. Membanding-bandingkan akan membuat kita terombang-ambing. Kita merasa super kalau berhadapan dengan orang yang ada di Bawah Kita, tapi ironisnya kita akan merasa rendah diri di saat yang sebaliknya. Padahal satu-satunya perbandingan yang baik adalah membandingkan diri anda terhadap potensi anda sendiri.

Kedua,
SERAKAH.
Ini penyakit Adam yang tetap memakan pohon yang dilarang Tuhan. Padahal ada berjuta-juta pohon yang disediakan dan hanya satu pohon itu yang dilarang.
Akar serakah adalah scarcity mentality (mentalitas kelangkaan), yaitu perasaan bahwa segala sesuatu sangat terbatas, sehingga berprinsip 'Saya akan mengambil bagian saya dulu sebelum kehabisan’. Orang serakah menganggap dunia seperti sepotong kue. ''Kalau anda mendapatkan potongan besar, sisanya Tinggal Sedikit untuk Saya''. Karena itu, saya akan mengambilnya dulu. Semua Persoalan yang kita hadapi di negara ini, baik KKN,
Upah Minimum yang tak cukup untuk hidup layak atau Persoalan Tarik-Ulur, sebenarnya berakar dari keserakahan, yaitu keinginan menguasai dan tiadanya keinginan untuk berbagi dengan Pihak Lain.

Ketiga,
IRI & DENGKI
Ini penyakitnya Qabil yang merasa iri terhadap Habil yang mendapatkan istri lebih cantik.
Akar penyakit ini adalah kecenderungan kita untuk selalu bersaing (competing) dengan orang lain. Kita memandang dunia sebagai medan pertempuran. Kita memandang setiap orang sebagai pesaing kita. Karena itu kita berjuang mengalahkan mereka. Kita ingin lebih pandai, lebih hebat, dan lebih populer. Kita berduka melihat orang lain sukses. Kita sedih melihat kawan naik pangkat. Kita pusing melihat tetangga membeli mobil baru. Orang yang bermental seperti ini tak peduli dengan prestasinya sendiri. Yang penting, ia lebih tinggi dari orang lain. Bangsa kita dipenuhi manusia-manusia yang mengidap penyakit ini. Ada yang menyingkatnya dengan AIDS (Arogan, Iri, Dengki, Serakah). Itu sebabnya masalah kita tak kunjung usai.

Tapi daripada melihat orang lain,
MARILAH KITA MELIHAT DIRI KITA SENDIRI.
Karena,
BUKAN MUSTAHIL KITA PUN "TERINFEKSI'' PENYAKIT AIDS INI

Jangan Lupa,
KEPEMIMPINAN SELALU DIMULAI DARI DIRI SENDIRI.
Karena itu,
Mulailah melakukan perjalanan ke dalam.
Yaitu,
MENYELAMI HATI KITA MASING-MASING DAN MENDETEKSI ADANYA BENIH-BENIH AIDS INI DALAM HATI KITA.

AWALNYA PASTI SULIT.
seorang filsuf pernah berkata-kata,
''PERJALANAN YANG PALING PANJANG dan
PALING MELELAHKAN ADALAH PERJALANAN MASUK KE DALAM DIRI KITA SENDIRI''.

Friday, March 6, 2009

Past - Future - Present

Hari kemarin. (PAST)

Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja...

Hari esok. (FUTURE)

Hingga mentari esok hari terbit,
Anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja...

tapi......

Hari ini. (PRESENT)

Pintu masa lalu telah tertutup;
Pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.
Hiduplah hari ini…
Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.
Hiduplah apa adanya…
Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,
meski mereka berlaku buruk pada anda.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah berganti.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.
Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,
LAKUKAN YANG TERBAIK HARI INI dan LAKUKAN SEKARANG JUGA!!!!!!

" The day will come when you will review your life and be thankful for every minute of it. Every hurt, every sorrow, every joy, every celebration, every moment of your life will be a treasure. This is why today is called a PRESENT".

Tuesday, March 3, 2009

PENEMUAN BARU KANKER HATI

Dari sebuah milist (diterjemahkan dari bahasa china) :

Penemuan terbaru mengenai kanker hati! Jangan Tidur Terlalu Malam ! Para dokter di National Taiwan Hospital baru-baru ini mengejutkan dunia kedokteran karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 Tahun yang selama ini sangat mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati (SGOT, SGPT) , tetapi ternyata saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!.

Selama ini hampir semua orang sangat tergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati ( Liver Function Index ). Mereka menganggap bila pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK.

Kesalahpahaman macam ini ternyata juga dilakukan oleh banyak dokter specialist benar benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.

Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian kata dokter Hsu Chin Chuan.

Tetapi ironisnya, ternyata dokter yang menangani kanker hati juga bias memiliki pandangan yang salah, bahkan menyesatkan masyarakat, inilah penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.

Saat ini ada pasien dokter Hsu yang mengeluh bahwa selama satu bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat banyak. Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya kanker hati yang sangat besar, hamper 80% dari livernya (hati) sudah termakan habis.

Pasien sangat terperanjat, “ Bagaimana mungkin ? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana mungkin hanya dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?”

Ternyata check-up yang dilakukan hanya memeriksa fungsi hati. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan “ normal “. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah satu item pemeriksaan hati yang paling dikenal oleh masyarakat. Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita.

Pada umumnya orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati.

Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.

Dokter Hsu mengatakan, SGOT dan SGPT adalah enzim yang paling banyak ditemui didalam sel-sel hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu atau sebab lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari ke luar. Hal ini menyebabkan kandungan SGOT dan SGPT didalam darah meningkat.

Tetapi tidak adanya peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi pengerasan hati atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita radang hati , meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi didalam hati (liver) mereka telah terbentuk serat-serat dan pengerasan hati. Dengan terbentuknya pengerasan hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.

Selain itu, pada stadium awal kanker hati, index hati juga tidak akan mengalami kenaikan. Karena pada masa-masa pertumbuhan kanker, hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati.

Karena kerusakan ini hanya secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT mungkin masih dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi kenaikan tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :
  • Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
  • Tidak buang pada pagi hari.
  • Pola makan yang terlalu berlebihan
  • Tidak makan pagi.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  • Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan.
  • Minyak goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
  • Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makan sehari – hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan “jadwalnya “.

Sebab :

  • Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat tidak berguna/beracun( de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
  • Malam hari pk 23.00 – dini hari 01.00 : saat proses de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 01.00 - 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
  • Dini hari 03.00 – 05.00 : de-toxin dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka tidak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.
  • Pagi pk 05.00 – 07.00 : de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
  • Pagi pk 07.00 – 09.00 : waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 4 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

Saturday, January 31, 2009

11 REASONS WHY WOMEN FIND IT HARD TO FiND THE MAN OF THEiR DREAM

(11 alasan kenapa perempuan susah menemukan pangeran impiannya)

1. Nice men are ugly.
(Lelaki yang baik ko' jelek ya..)

2. Handsome men are not nice.
(Lelaki yang ganteng ko' ga baik ya...)

3. Handsome and nice men are gay. 
(Lelaki yang ganteng dan baik, ko' gay yaa...)

4. Handsome, nice and heterosexual men are married. 
(Lelaki yang ganteng, baik dan ga gay, ko' udah merit yaaa..) 

5. Men who are not so handsome, but nice, have no money.  
(Lelaki yang nggak terlalu ganteng, tapi baik hati, ko' ga punya uang yaa..) 

6. Men who are not so handsome, but nice n with money, think we are only after their money.
( Lelaki yang nggak terlalu ganteng, tapi baik hati dan punya duit, ko mikirnya kita ngejar duitnya......)

7. Handsome men without money are after our money.
(Lelaki yang ganteng tapi nggak punya uang, ko malah morotin..... )

8. Handsome men, who are not so nice and somewhat heterosexual, don't think we are beautiful enough. 
( Lelaki ganteng, yang nggak terlalu baik dan kayaknya ga gay, berpikir kita nggak cukup cantik buat dia......)

9. Men who think we are beautiful, that are heterosexual, somewhat nice and have money, are cowards.
(Lelaki yang berpikir kita itu cantik, dan dia ga gay, sepertinya baik hati dan punya duit, rata-rata pengecut deh)

10. Somewhat handsome man, kinda nice and have some money, and thank God heterosexual, are shy and NEVER MAKE THE FIRST MOVE!!!! 
(Lelaki yang rada ganteng, kayaknya baik hati dan punya uang, dan ga gay, rata2 pemalu dan ga pernah melakukan pendekatan pertama!!!!! !!)

11. Men who never make the first move, automatically lose interest in us when we take the initiative. NOW, WHO THE HELL UNDERSTANDS MEN?
(Lelaki yang ga pernah melakukan pendekatan pertama, otomatis akan kehilangan ketertar ika n kepada kita ketika kita melakukan pendekatan ke dia. Jadinya..., siapa nih yang bener2 ngerti lelaki?)

"Men are like a fine wine.They all start out like grapes, and it's our job to stomp on them and keep them in the dark until they mature into something you'd like to have dinner with." (Lelaki itu seperti minuman anggur yang baik. Mereka mulai dari buah anggur dan adalah pekerjaan kita, para wanita, untuk menginjak-injaknya dan menyimpan mereka di dalam kegelapan sampai mereka matang dan berubah menjadi sesuatu yang menarik sehingga kita ingin makan malam bersamanya)


Monday, December 29, 2008

L-O-V-E

"CINTA...?"

"Apa sih cinta itu sebenarnya?Gimana si rasanya cinta?"

Pertanyaan yang mungkin hanya terucap secara tidak sengaja dan bermaksud guyonan yang diucapkan oleh seorang kawanku terus terngiang-ngiang terdengar ditelinga-ku sejak tadi pagi itu mulai mengganggu otak-ku. Hmmm...perasaan yang sudah lama tak kurasakan setelah 2,5 tahun yang lalu dia pergi dari dalam kehidupanku dan mungkin aku sudah lupa bagaimana rasanya cinta itu :D. Aneh sepertinya..tapi memang itulah yang aku rasakan sekarang ini. Rite, sebuah perasaan hampa yang sampai detik ini belum ada seorangpun yang bisa mengisinya. Padahal aku sudah berusaha untuk membuka hati-ku, tapi entahlah...walau saat ini, sudah sembilan bulan lebih aku menjalani hubungan dengan seseorang dan berusaha untuk mencintainya secara utuh, tetap saja aku belum bisa mencintai dia sepenuhnya. Sometimes, aku merasa lelah rasanya seperti ini dan sangat ingin menyudahinya karna aku tak mau terus-terusan membohongi perasaanku tapi aku selalu berusaha untuk mempertahankannya karna aku ingin mengalahkan semua perasaan yang telah membelenggu hatiku. Pertanyaan "kenapa si aku terlalu mencintai dia sampai saat dia pergi dari dalam hidupku pun aku tak bisa memberikan cinta itu kepada orang lain?" membuatku kadang terpacu untuk melawan rasa yang terus membelenggu hatiku. Kata orang perasaan cinta itu bisa tumbuh jika kita terus memupuknya, atau sering orang jawa bilang "witing tresno jalaran soko kulino" tapi kenapa itu terasa sangat sulit buatku padahal aku sudah berusaha untuk memupuknya. Tuhan..tolong bantu aku untuk menumbuhkan perasaan ini kembali, Amin.

Monday, December 22, 2008

Happy Mother's Day, Mom!

Selamat Hari Ibu, Ma :)
Sedari pagi topik yang kubaca di postingan beberapa forum, blog dan berita-berita di internet semuanya berkenaan dengan "Ibu". Hmmm...jadi merasa sedih dan sensitif kalau sudah bersangkutan dengan topik yang membahas soal mama, bunda, ibu, atau apalah sebutan lain untuk wanita yang telah mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkan kita. Sepuluh tahun sudah aku hidup tanpa seorang ibu disisiku. Rite, seorang wanita yang menurutku paling sempurna, paling berarti, dan paling kusayangi dalam hidupku ini telah pergi dan tak kan pernah kembali lagi ke dunia ini. Sometimes, ada rasa iri dihati ketika melihat seorang anak memeluk manja ibunya. Aku memang sangat menyayangi dan mencintai beliau, namun apalah dayaku Tuhan lebih menyayanginya sehingga Dia memanggil mama ku lebih cepat. Tapi kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku membuat aku merasa lebih survive, lebih kuat, lebih mandiri dan lebih peka terhadap sesuatu yang terjadi. Tuhan memang selalu memberikan hikmah dalam setiap kejadian yang terjadi pada umatnya. Jadi, untuk kalian yang lebih beruntung dari aku, sayangi, cintai, jaga dan jangan pernah sakiti hati ibu yang telah mengandung, melahirkan, merawat dan membesarkan kita, karna percaya atau tidak, Surga berada ditelapak kaki Ibu, restu yang diberikan dari seorang ibu adalah restu dari Tuhan juga. Huffffhhh,,, enough-lah bukan saatnya lagi untuk bersedih-sedih karna aku sudah belajar meng-ikhlaskan kepergian beliau. Aku percaya beliau bahagia disisi-Nya dan aku percaya suatu saat nanti kita akan bertemu kembali disana :)
"Happy mother's day,mom! I always love u n I always pray for u, mom"

Monday, December 1, 2008

1st Day on December 2008

Hari pertama di bulan terakhir tahun dua ribu delapan.

Hmmm...Pasti saat terbangun dari tidur di pagi hari kita selalu saja punya harapan dan rencana baru. Begitupun dengan aku, saat aku bangun pagi tadi saat melihat jam dan kalender di ponsel aku baru sadar kalau hari ini adalah hari pertama di penghujung tahun. Dan seperti biasa kalau bangun tidur aku memerlukan waktu untuk melamun (pekerjaan bodoh yang membuang waktu lebih dari setengah jam) tapi itu selalu aku lakukan di pagi hari, dan berderet panjanglah sederet harapan, keinginan dan rencana aku yang belum terwujud selama 11 bulan ini. Pengen ini - pengen itu, ngarep ini - ngarep itu, mau begini mau begitu, namanya juga manusia cuma bisa minta, minta, dan minta sama yang punya kuasa. Tapi rencana, harapan dan keinginan kita itulah yang selalu buat kita jadi semangat untuk mewujudkan semua impian kita. Cuz tanpa itu pasti kita tidak akan punya tujuan hidup dan yang ada hidup kita cuma begitu-begitu saja dan tidak akan pernah maju.

Sunday, November 23, 2008

Sunday

Kalau mendengar kata "sunday" sepertinya identik sekali dengan yang namanya libur,, weekend,, bersantai-santai,, bangun siang,, bebas dari rutinitas dan sebagainya yang menurut sebagian orang menjemukan dan membosankan. Tapi bagi aku semua hari itu sama saja sebenernya, yang membedakan hari itu spesial atau tidak itu adalah jika ada sebuah kejadian atau moment yang bisa buat aku tersenyum, tertawa, sedih, speechless, boring dan sebagainya.
Kadang aku merasa hari itu cepat sekali berlalu tanpa satu hal bermanfaatpun yang aku kerjakan. Pernah tidak sih kita sekali saja berpikir kalau banyak sekali kita buang waktu yang sama sekali tidak bermanfaat untuk hidup kita sendiri?. Sebenarnya, aku sendiripun sadar bahwa banyak sekali waktu yang kuhabiskan dengan begitu saja, sia sia, tidak bermanfaat dan sederet kata lagi entahlah apa itu namanya. Nongkrong-nongkrong, ngopi-ngopi, ngobrol ngalor ngidul (kata org jawa), ketawa-ketiwi tidak jelas dan banyak lagi kegiatan yang menurut aku tidak bermanfaat sama sekali hanya sekedar bersosialisasi.
Hmmm...pengen deh nyoba untuk sehari saja memanfaatkan waktu dengan semaksimal mungkin, tapi kira-kira bisa tidak yah?. Apa salahnya kalau aku mencoba untuk itu, sayangkan kalau Tuhan sudah memberikan waktu 1 hari = 24 jam supaya kita sebagai manusia memanfaatkannya dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat, tapi sebaliknya kita hanya menyia-nyiakan waktu tersebut dengan begitu saja. Lets we'll try it!

Sunday, October 26, 2008

Acceptance - Before - Change

Dari beragam kompleksitas peristiwa, situasi, masalah dalam kehidupan kita, maukah Anda berkenalan dengan dua elemen yang senantiasa hadir dan berdansa satu sama lain, sepanjang hidup Anda? Kedua hal ini bagaikan mitra abadi yang bernama ‘perubahan’ dan ‘penerimaan’.

Kita semua tentu pernah mengalami masalah karier, masalah rezeki, masalah percintaan, masalah kesehatan (penyakit) serta segala masalah hidup. Tentunya dalam setiap masalah, mencari perbedaan adalah mudah, karena dalam setiap jenis masalah di atas pastinya situasi dan pihak yang terlibat berbeda.

Teka-teki besarnya sekarang adalah, apakah Anda bisa menemukan satu hal tunggal yang mengawali dan juga mengakhiri setiap masalah? Sebagai petunjuk tambahan, hal tunggal itu merupakan hal yang sama untuk setiap jenis masalah di atas. Renungkan baik-baik. Karena memahami hal ini menjadi kunci Anda untuk menyelesaikan masalah apa pun.

Petunjuk baru lagi buat Anda, meskipun zaman sudah berkembang dan kompleksitas kehidupan manusia juga terus berganti, hal tunggal ini senantiasa menjadi awal dan akhir setiap masalah, tanpa terkecuali, dan ada sejak awal sejarah manusia hingga sekarang.

Bisakah Anda menemukannya?

Jawabannya adalah PERUBAHAN.

Setiap masalah yang lahir, selalu diawali dengan “kondisi yang dapat diterima”, yang tiba-tiba atau berangsur-angsur BERUBAH menjadi “kondisi yang tidak dapat diterima”. Setiap selesainya atau tuntasnya suatu masalah, selalu ditandai dengan pergerakan dari “kondisi yang tidak dapat diterima” menjadi “kondisi yang dapat diterima”.

Siklus Kehidupan yang Pasti Terjadi

Dengan kata lain, siklus hidup selalu berputar antara: (1) kondisi MENERIMA kenyataan, (2) terjadi PERUBAHAN, (3) kondisi TIDAK MENERIMA kenyataan, (4) terjadi PERUBAHAN, (5) kondisi MENERIMA kenyataan, (6) terjadi PERUBAHAN, dan seterusnya berulang terus hingga kehidupan ini usai. Kisah, situasi, peristiwa, dan pemerannya bisa berganti 1001 kali, tapi siklusnya tetap akan berulang seperti yang dijabarkan.

Contohnya, seorang wanita yang muda, cantik dan cerdas tiba dalam situasi hidup yang penuh sukses dan persahabatan. Tentunya ini kenyataan yang tidak sulit untuk diterima. Suatu saat, jika penampilan fisiknya berubah, atau kariernya mengalami suatu krisis, maka perubahan ini cenderung menjadi kenyataan yang lebih sulit untuk diterima. Melalui proses, upaya, doa, dan dinamika, di suatu titik dia pun akan bisa menerima kenyataan dan berdamai kembali. Namun kehidupan tidak berhenti di sini, dan tentu masih akan ada serangkaian perubahan berikutnya yang silih berganti membawanya dari kondisi “terima” menuju “tidak terima”, dan seterusnya.

Contoh lain adalah kondisi jiwa seseorang yang menjadi korban bencana alam. Dari kondisi “terima” di mana hidup baik-baik saja, tiba-tiba terjadi perubahan bencana alam yang kemudian mengakibatkan kondisi yang sulit diterima karena mungkin dia kehilangan hartanya paling berharga. Namun pada saatnya, dia kembali akan berdamai dengan kenyataan, untuk sementara waktu hingga muncul perubahan baru yang akan hadir.

Benang Merah: ‘Perubahan’ dan ‘Penerimaan’

Dalam siklus yang saya ceritakan di atas, tidaklah sulit untuk memahami bahwa hidup ini adalah dansa yang silih berganti antara perubahan dan penerimaan. Di dalam dansa abadi ini, terseliplah pengalaman rasa yang kita sebut stres, sedih, susah, bahagia, lega, kuatir, takut, cemas, sesal, damai, dll.

Pertama, marilah kita tengok mitra dansa pertama yang bernama ‘perubahan’. Perubahan adalah bagian paling alami dalam hidup. Ada datang, ada pergi. Ada untung, ada sial. Ada pertemuan, ada perpisahan. Ada sehat, ada sakit. Ada senang, ada sedih. Ada lega, ada beban. Ada hidup, ada mati. Tidak ada satu orang pun, termasuk orang suci sekalipun, yang bisa terbebas dari dualitas ini serta perubahan yang senantiasa terjadi.

Memang sangat wajar jika kita ingin menumpuk sehat, senang, untung, dan ingin menampik sakit, sedih dan sial. Namun kebijaksanaan jiwa sejati hanya bisa tumbuh ketika kita mengerti dan menerima bahwa kedua sisi tersebut pasti akan hadir, tidak bisa dicegah, tidak bisa dipertahankan, karena kekuatan perubahan akan selalu mengayunkan nasib kita dari satu sisi ke sisi lainnya bagaikan bandul kehidupan.

Seperti pepatah yang mengatakan “satu-satunya yang pasti dalam hidup adalah perubahan”, maka kalau kita ingin lebih mengalir dalam hidup, kuncinya adalah MENERIMA bahwa perubahan itu selalu ada, dan perubahan tersebut bisa saja berubah ke arah mana pun, kapan pun juga. Semakin cepat kita mengerti dan menerima ini, maka semakin mudah kita “mengalir” dengan hidup.

Melatih Otot Menerima

Ketika kita bisa mengerti bahwa perubahan tidak bisa kita atur-atur, atau kita kendalikan sesuai dengan kehendak dan kepentingan kita, maka kita mulai menengok ke dalam. Mencari jalan keluar dengan memperbaiki situasi di luar memang rasanya ideal, tapi tidak selalu mungkin karena situasi di luar bergantung pada banyak faktor.

Jadi, bagaimana jalan keluar dari berbagai masalah? Jalan ‘keluar’-nya adalah melangkah ‘ke dalam’. Ingat, situasi di luar tidak selalu bisa kita kendalikan. Namun menerima dan tidak menerima adalah sebuah pilihan yang kita semua miliki. Memang benar bahwa menerima bukan selalu mudah, tapi merupakan jalan keluar yang selalu realistis.

Usaha: Perlu atau Tidak?

Kalau sudah tiba pada kesimpulan bahwa hidup ini adalah pilihan antara menerima atau tidak menerima, pertanyaan alamiah selanjutnya adalah apakah usaha masih diperlukan dalam hidup? Ini barangkali merupakan suatu perenungan yang paling kontroversial.

Di satu sisi, kita punya “sistem keyakinan” yang menyatakan bahwa tidak mungkin kita bisa memperoleh apa yang kita inginkan, atau mengatasi suatu masalah, atau mengubah keadaan kalau tidak berusaha dan berupaya. Namun kita pun juga punya bukti nyata bahwa terkadang usaha pun tidak membawa perubahan hasil dan kenyataan.

Di lain sisi, ada juga yang meyakini bahwa takdir, kehendak alam dan/atau Tuhan, serta karmalah yang menentukan kenyataan. Jadi, meskipun kita berusaha, hasilnya tidak tergantung dari usaha tersebut semata. Dan lahir pulalah sikap hidup yang ingin pasrah total, sekaligus meniadakan upaya.

Terus terang, saya tidak anti pada konsep usaha dan upaya. Namun saya juga merasa bahwa kadang usaha, apalagi sampai ngoyo’, yang tidak diimbangi dengan keikhlasan dan kepasrahan, seringkali membawa rasa frustrasi dan kepedihan.

Usaha Dahulu atau Menerima Dahulu?

Jalan keluar yang paling lazim kita tempuh ketika ingin mengubah kenyataan atau menyelesaikan suatu masalah adalah pertama-tama berusaha maksimal untuk menciptakan perubahan situasi dan menerima hasil akhirnya—baik menerima dengan ikhlas maupun terpaksa.

Namun, mengingat bahwa kenyataan tidak semata-mata tergantung pada usaha kita, ada jalan lain yang tidak selalu lazim. Ini jalan yang saya sebut “ABC”. Singkatan dari “Acceptance Before Change”.

Jalan ini adalah ketika kita bisa mengerti bahwa perubahan pasti terjadi, dengan maupun tanpa usaha. Langkah pertamanya adalah menerima tanpa syarat apa pun kenyataan yang ada saat ini, apa pun perilaku dan sikap orang yang terlibat saat ini, apa pun pikiran dan perasaan kita saat ini. Apa pun perubahan yang hadir setelah kita sudah bisa menerima, jauh lebih mudah untuk menyambutnya dengan pikiran jernih dan hati yang lapang.

Saya harus mengakui bahwa ini bukan jalan pikiran yang umum. Namun bagi mereka yang sudah pernah mengalami obat ABC ini dalam hidupnya, mereka juga pernah menyaksikan betapa ajaibnya situasi bisa berubah, ketika masalah yang sedang dihadapi diterima sepenuh hati.

Saya sendiri sudah pernah melihat penyakit fisik yang berat, masalah hubungan cinta yang sudah parah, hingga kesulitan rezeki, bisa berbalik secara ajaib ketika hati sudah mencapai titik ikhlas menerima total keadaan. Ini sungguh sulit untuk ditulis. Anda perlu keberanian untuk mengalaminya sendiri.

Langkah Pertama dan Terakhir untuk Bahagia

Barangkali buah pikiran terakhir yang saya sadari tentang betapa pentingnya kita menerima segala sesuatu yang ada saat ini, sebelum perubahan bisa terjadi, adalah berikut ini: jika kita mencoba untuk mengubah diri, masalah maupun situasi melalui berbagai daya upaya, tanpa kita terlebih dahulu menerima diri sendiri apa adanya, maka meskipun situasi tersebut berhasil kita ubah, kita tidak akan pernah puas, tidak akan pernah damai, apalagi bahagia.

Dahulu, saya pikir kebahagiaan adalah mencapai apa yang saya inginkan. Namun sekarang saya melihat bahwa kebahagiaan adalah ketika tidak ada perselisihan antara keinginan dan kenyataan. Karena kenyataan tidak bisa saya kendalikan sepenuhnya, maka mengelola keinginan menjadi kunci saya untuk bahagia. Dan kunci tersebut bernama: menerima sepenuh hati.

Pilihan dan upaya tidak menghasilkan kenyataan hidup saat ini. Pilihan dan upaya adalah “permainan” yang kita perlu lakukan demi tiba pada kesiapan untuk menerima dan berserah total pada takdir, hidup, dan Tuhan.

Selamat bermain dan berdansa, para sahabatku.